Senin, 19 Maret 2012

Praktek Konseling Individual Dengan Pendekatan Terapi Berfokus Pada Solusi

SATUAN LAYANAN
PRAKTEK KONSELING INDIVIDUAL
MENGGUNAKAN PENDEKATAN TERAPI BERFOKUS SOLUSI (TFS)
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Praktek Konseling Individual
Dosen Pengampu: Dra. Sri Wiyanti, M.Si

Disusun Oleh:
Intan Nastiti
K3109044
BK VI B
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET 
 SURAKARTA
2012

CONTOH SATUAN LAYANAN (BUKAN MASALAH ASLI)
a. Identitas
Nama Konselor : Intan Nastiti
Nama Klien : Ika Dara Husna
b. Gejala yang muncul atau yang diamati
Gejala yang dapat diamati dari klien adalah dari gaya bicara klien yang terlihat sombong. Selain sombong, klien juga sering bolos dan terlihat merasa tidak nyaman berada di kelas dan kadang terlihat seperti orang bingung, seperti orang asing berada di tempat yang baru.
c. Masalah yang diduga
Masalah yang diduga dari klien tersebut adalah, klien dikucilkan oleh teman- temannya karena klien bersikap sombong dengan teman- temannya.
d. Tujuan diadakan konseling
Tujuan dari diadakannya konseling ini adalah untuk mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh klien sehingga klien bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan baik dan bisa mempunyai teman di kelas. Tujuan selanjutnya adalah melatih kemandirian dari klien dengan cara memilih dan melaksanakan solusi yang telah klien pilih.
e. Pendekatan yang digunakan
Konseling yang dilakukan ini menggunakan pendekatan berfokus pada solusi (TFS). Pendekatan yang tidak mempermasalahkan siapa penyebab dari masalah yang terjadi, namun lebih mementingkan solusi apa yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
f. Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan dari proses konseling yang dilakukan ini adalah, klien dapat menyadari masalahnya kemudian menemukan solusi atau jalan keluar dari permasalah yang dihadapi serta dapat melaksanakan solusi yang telah klien pilih.
g. Langkah- langkah konseling:
1. Pendahuluan: Konselor menerima kehadiran klien
Konselor menerima kedatangan klien dengan senyuman dan mempersilakan klien duduk. 
Konselor membuat hubungan yang baik dengan klien dengan menanyakan pelajaran yang tadi diajarkan serta identitas klien.
Mempersamakan tujuan: Konselor mempersamakan tujuan dengan klien, yaitu karena konselor memanggil klien ke ruang BK dengan cara menitipkan surat pemanggilan klien kepada wali kelas klien. 
Kemudian konselor meyakinkan klien bahwa rahasianya akan terjamin oleh karena itu, klien diminta terbuka saja dengan konselor agar proses konseling berjalan dengan lancar. 
2. Inti
a. Konselor mencari informasi dari klien secara meluas dan mendalam terkait dengan pernasalahan yang dihadapi klien dengan cara mendengarkan secara aktif dari cerita atau keluhan klien serta bertanya seputar permasalahan klien yaitu:
- Sejak kapan klien dikucilkan
- Bagaimann teman-teman mengkucilkan klien
- Bagaimana perasaan klien saat dikucilkan
- Apa sebab klien dikucilkan teman- teman
b. Memasuki eksepsion (pengecualian)
Pada tahap ini, konselor menanyakan kepada klien tentang pengecualian dari masalah yang klien hadapi. Konselor menanyakan kepada klien, pada saat kapan klien bisa merasa nyaman di kelas dan teman- teman perhatian dengan klien, serta klien dapat bermain dengan teman- teman?
c. Memasuki miracle questions
Konselor mengajak klien membayangkan hal-hal yang diharapkan, yaitu ketika si klien dapat merasa nyaman di kelas tanpa dikucilkan oleh teman- teman kelasnya, mempunyai banyak teman yang perhatian, bisa bercanda tawa dengan teman, dan dapat mengikuti pelajaran dengan baik di kelas
d. Penawaran solusi
Konselor mengajak klien untuk mempertimbangkan perubahan dari kondisi terpuruk saat ini menuju pada kondisi yang dibayangkan tadi, kondisi yang diharapkan melalui rentang angka. Angka 0 adalah kondisi terpuruk klien saat ini, dan angka 10 adalah kondisi yang diharapkan klien.
e. Pemilihan solusi
Konselor mengajak klien untuk menentukan tahap yaitu memilih rentang angka untuk pemecahan masalahnya sesuai dengan kemampuan klien. Kemudian klien diajak/ ditargetkan untuk menjalankan keputusan yang telah klien pilih.
f. Konselor meyakinkan klien untuk melakukan keputusan yang telah klien pilih.
3. Penutup
a. Kesimpulan
Konselor mengajak klien untuk mengulang keputusan yang telah klien pilih tadi. 
b. Tindak lanjut
Konselor dan klien membuat kesepakatan untuk bertemu kembali. Pada jam istirahat, sepulang sekolah, atau pada waktu jam kosong untuk menemui konselor menceritakan apa yang telah klien lakukan dengan solusi yang telah klien pilih.
c. Konselor mengakhiri pertemuan dengan klien.
Konselor mengakhiri pertemuan konseling dengan klien dan memberikan senyuman kepada klien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar